Psikologi Olahraga

3 01 2010

RELAKSASI DALAM OLAHRAGA

Relaksasi sudah di riset semenjak 10 tahun lalu. Diawali dengan beberapa gangguan psikologis yang dapat di turunkan melalui latihan relaksasi. setelah itu dikembangkan lebih lanjut dengan riset-riset mengenai bermacam-macam relaksasi. Ada relaksasi otot, imajeri, dan meditasi. Relaksasi adalah suatu kegiatan positif yang dapat memberikan rasa nyaman dan puas. Relaksasi adalah cara untuk  melupakan sejenak kecemasan-kecemasan kita atau  mengistirahatkan pikiran kita dengan cara menyalurkan kelebihan energi atau ketegangan (psikis) kita melalui suatu kegiatan yang menyenangkan. Relaksasi termudah adalah jika kita tahu kegiatan apakah yang dapat menimbulkan  rasa senang, rasa lepas, dan rasa puas untuk diri kita.

Banyak cara untuk melepaskan stres, namun inti dari semua metode tersebut adalah proses relaksasi. Dalam keadaan rileks segala kegiatan fisiologis dalam tubuh akan menurun. Penggunaan oksigen akan berkurang, proses pembakaran dalam tubuh akan berkurang, dan ketegangan otot akan hilang. Hal ini bukan hanya memungkinkan tubuh untuk membangun serta memperbaiki bagian-bagiannya yang rusak, tetapi juga merupakan obat mujarab bagi otak sadar.

Tujuan pokok relaksasi ialah untuk membantu orang menjadi rileks, dan dengan demikian memperbaiki berbagai aspek kesehatan fisik. Namun disamping itu ada pula beberapa manfaat lain. Beberapa manfaat relaksasi yang sudah terbukti antara lain adalah :

– ketentraman batin;
– berkurangnya rasa cemas, khawatir dan gelisah;
– tekanan dan ketegangan jiwa menjadi rendah;
– detak jantung lebih rendah;
– mengurangi tekanan darah;
– ketahanan yang lebih besar terhadap penyakit;
– tidur lelap;
– kesehatan mental menjadi lebih baik;
– daya ingat lebih baik;
– meningkatkan daya berpikir logis;
– meningkatkan kreativitas;
– meningkatkan keyakinan;
– meningkatkan daya kemauan;
– intuisi;
– meningkatkan kemampuan berhubungan dengan orang lain

Sesuai dengan macam stresnya yaitu ; stres fisik, stres pikiran, stres emosi dan stres jiwa, maka demikian juga dengan cara melelaskan stres. Ada empat macam/ tingkatan dalam relaksasi yaitu : relaksasi tubuh, relaksasi pikiran, relaksasi emosi dan relaksasi jiwa.
Relaksasi Tubuh
Ada banyak bentuk relaksasi tubuh, secara garis besar dibagi dalam dua (2) jenis relaksasi tubuh, yaitu relaksasi pasif dan relaksasi aktif. Pada uraian berikut, saya akan jelaskan keduanya.

Relaksasi Pasif
Untuk dapat melakukan relaksasi tubuh secara efektif, seseorang harus terlebih dahulu mengenal secara

baik bagian-bagian tubuhnya. Bila kita perhatikan dan rasakan secara seksama, maka kita akan mengenali bagian-bagian tubuh kita. Tubuh kita adalah satu kesatuan system unik-ajaib yang terdiri dari beberapa sub-sistem seperti : system pencernaan, system pernafasan, system saraf, system rerangka dan sebagainya.

Relaksasi Aktif
Selain dengan cara pasif, ada cara lain untuk membawa kondisi tubuh menjadi rileks yaitu dengan teknik relaksasi aktif. Yang tergolong bentuk relaksasi aktif antara lain adalah : olah raga dan pijatan.

Kesimpulan:

Cobalah olah raga, Berbeda dengan metode relaksasi pasif seperti yang diterangkan diatas, olah raga adalah metode aktif untuk mencapai kondisi rileks. Olah raga yang baik akan memperkuat tubuh dalam menghadapi stres dengan memperkuat sistem kardiovaskulernya serta membentuk sikap positif. Olah raga dapat berfungsi sebagai sarana pengenduran otot-otot yang menjadi tegang karena stres selama jam-jam kerja. Sehingga relaksasi yang tercapai akan maksimal.

Sumber:

  1. (http://64.233.189.102/translate_c?hl=id&sl=en&u=http://www.hickoksports-relaksasi.com
  2. US:Relaksasi/olahraga/official%3DUD5&usg=ALkJrhi6IzGRJ0mb2f8ikhnNOrrkbXw2Ww)

1. Pengertian Motivasi

Motivasi berasal dari kata latin “movere” yang berarti “dorongan atau daya penggerak”.

1.  Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan / tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan / keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan. (Drs. Moh. Uzer Usman : 2000)

2.  Motivasi adalah kekuatan tersembunyi di dalam diri kita yang mendorong kita untuk berkelakuan dan bertindak dengan cara yang khas (Davies, Ivor K : 1986)

2. Konsep motivasi yang dijelaskan oleh suwanto (2001:150) adalah sebagai berikut

  1. Model Tradisional

Untuk memotivasi pegawai agar gairah kerja meningkat perlu diterapkan sistem insentif dalam bentuk uang atau barang kepada pegawai yang berprestasi.

  1. Model Hubungan Manusia

Untuk memotivasi pegawai agar gairah kerjanya meningkat adalah dengan mengakui kebutuhan sosial mereka dan membuat mereka merasa berguna dan penting.

  1. Model Sumber Daya Manusia

Pegawai dimotivasi oleh banyak faktor, bukan hanya uang atau barang tetapi juga kebutuhan akan pencapaian dan pekerjaan yang berarti.

  1. 3. Menurut James A.F Stoner, teori-teori diklasifikasikan atas :
  2. Teori kepuasan (Content Theory)

Teori kepuasan yang mendasarkan pendekatannya atas faktor-faktor kebutuhan dan kepuasan individu yang menyebabkan bertindak serta berprilaku dengan cara tertentu.

  1. Teori Motivasi Klasik

Yang mengemukakan teori motivasi klasik, teori ini berpendapat bahwa seseorang mau bekerja giat untuk memenuhi kebutuhan fisik/biologisnya, berbentuk uang atau barang dari hasil kerjanya.

3. Teori Hierarki Kebutuhan

Abraham Maslow yang mengemukakan teori hierarki kebutuhan, teori ini berpendapat bahwa seseorang mau bekerja karena adanya dorongan untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan dan kebutuhan yang diinginkan itu berjenjang.

Sumber:

Diposkan oleh Caray Label: Ekonomi, makalah, skripsi

http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2008/10/konsep-dan-teori-motivasi.html

http://wangmuba.com/2009/03/05/pengertian-motivasi-kerja/

785 Mahfudz Fauzan Efendi, A.Ma.Or

No Regristasi : 09-25-01562

Pelatih Panjat Tebing Daerah Istimewa Yogyakarta

PROGRAM LATIHAN PANJAT TEBING SELAM 3 BULAN (MEI-JULI 2009)

1. Bulan Mei 2009
= 31 Hari
= 3 hari rest / minggu X 4 = 12 Hari
= 31 – 12
= 19 Hari efektif latihan

Endurance                 = 40%  ( 0,4  X 19 )       =   7,6   ( 8  hari )
Fisik                          = 20%  ( 0.2  x  19 )       =   3,8   ( 4 Hari )
Technik                     = 25 % ( 0,25 x 19 )       =   4,75 ( 5 Hari )
Tactic dan strategi    = 15%  ( 0.15 X 19 )        =   1,9   ( 2 Hari )
———————————————— +
19         Hari
2. Bulan Juni 2009
= 30 Hari
= 2 hari rest / minggu = 8 hari X
= 30 – 8 hari Istirahat
= 22  Hari efektif latihan

Endurance                 = 30% ( 0,3 X 22 )         =  6.6 ( 6 hari )
Fisik                          = 15% ( 0,15 x 22 )         =  3,3  ( 3 hari )
Technic                     = 30% ( 0,3  X 22 )          =  6,6  ( 7 hari )
Tactic dan strategi    = 25% ( 0,25 X 22 )         =  5,5 ( 6 Hari )
———————————————————————— +
22      Hari
3. Bulan Juli 2009
= 20 Hari Efektit
= 2 X Hari rest / minggu = 8X
= 20 – 8
= 12 Hari efektif latihan

Endurance                   = 20% ( 0,20 X 12 )     =   2,4  ( 2 hari )
Fisik                            =  10%  ( 0.10 x 12 )    =  1,2  ( 1 hari )
Technic                       = 20%  ( 0,25 X 12 )     =   3    ( 3 hari )
Tactic dan strategi      = 50%  ( 0,50  X 12 )     =  6    ( 6 hari  )

——————————————————————– +
12     Hari

1. Contoh penjabaran program latihan Teknik, fisik dan taktik.

2. Endurance ( Daya tahan )
2.1. Lead / Rintisan
a. Up Down dengan runner ( Limit, Repetisi )
b. Up Down dengan dengan top rope ( Limit, Repetisi )
c. Up dengan Top rope ( Repetisi )
d.  Multiple Endurance Climbing
e. Stick Games Endurance Climbing

2.2. Boulder / jalur pendek
a, Interval in boulder ( Repetisi )
– Dengan kaki bebas bertumpu.
– Dengan kaki diatur / ditata tumpuannya
b. Up Down ( Limit, Repetisi )
– Top point dan start point ditentukan

2.3. Speed / kecepatan
a. Up Down ( Repetisi )
b. Interval in speed ( Repetisi )
– 4 Tahapan Top
– Bisa 1 jalur atau 2 jalur
– 30”, 35”, 40”, 45”, ? 45”, 40”, 35”, 30”.
c. Dyno ( Repetisi )
d. One Hand/Foot to Climbing ( Repetisi )

2.4. Fisik khusus
a. Joging 30’ ? 35’ ( Lead, boulder, speed )
b. Joging 10’ untuk warming up ( Lead, boulder,speed)
c. Lead / Rintisan
– Fartlex ( Repetisi )
– Lari tangga ( Repetisi )
– Sprint 25 m ( Repetisi )
– Speed Running Play
– Multiple Running
d. Boulder jalur pendek
– Fartlex ( Repetisi )
– Sprint 25 m ( Repetisi )
– Shutle run ( Repetisi )
– Lari Tangga ( Repetisi )
– Plyometrik, latihan eksplosif power

3. Technic
3.1. Lead / Boulder
a. Pembenahan technic gerak panjat
– Hand work (tukar tangan, silang tangan, lay back, dll)
– Balance,  ( jamming, body moving dll)
– Foot work (edging, hooking, silang kaki, twice lock dll)
b. Orientasi jalur
– Penempatan Tangan kanan / kiri dan kaki

3.2. Speed / kecepatan
a. Pembenahan irama kecepatan
– Tangan
– Kaki
b. Orientasi jalur
c. Pemantapan crossing jalur/memotong jalur
d. Pemantapan dyno/melompat
e. Pengaturan napas dan konsentrasi pada saat memulai pemanjatan dan pergantian             jalur pemanjatan.

4. Tactic dan strategi
4.1. Lead / Rintisan
a. Jalur simulasi
– 2 jalur pa / 2 jalur pi perhari
– Limit pemanjatan
b. Top rope / runner, Strategi posisi pemasangan tali pada runner.
c. Pengaturan rest position
d. Peraturan kompetisi terbaru ( sosialisasi )
e. Nilai atau atau mengamankan diri
f. Membaca dan mensiasati jalur pada saat orientasi jalur (Ormed)

4.2. Boulder / jalur pendek
a. Jalur / simulasi
– 7 jalur pa / 7 jalur pi perhari ( 4 menit perjalur )
– 1 jalur dengan waktu 7 menit / atlet; harus berbeda – beda gerakannya,
– Membaca jalur secara efektif dan tepat, sesuai kemampuan sehingga waktu dan tenaga tidak habis saat melakukan pemanjatan.

4.3. Speed / kecepatan
a. Repetition speed
– 2 X / 2 Jalur langsung
b. Head to head ( 2 X 2 jalur langsung )
c. Trick of the speed
– Salah satu pemanjat start terlebih dahulu, kemudian pada ketinggian      tertentu disusul oleh pemanjat selanjutnya.
– 2 X 2 jalur langsung

2. Volume, dan intensitas
1. Bulan Mei 2009
Volume          = Tinggi antara 80% – 90%
Intensitas       = Rendah, antara 10% – 20%

2. Bulan Juni 2009
Volume          = Sedang, Cenderung Menurun 40% – 50%
Intensitas       = Sedang, semakin NAIK 60% – 70%

3. Bulan Juli 2009
Volume          = Rendah, 10% – 20%
Intensitas       = Tinggi, 80% – 90%


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: