Psikologi 2

3 01 2010
  1. 1. Kecemasan dalam Olahraga

Kecemasan adalah milik semua orang. Kecemasan akan muncul ketika dihadapan kita ada ketidakpastian. Dalam dunia olahraga kesemasan juga bisa saja terjadi. Tidak satupun atlet besa dari perasaan cemas. Ketika kecemasan (anxiety muncul) perasaan atlet umumnya gundah dan gulana. Dan ketika itu terekspresikan dalam saat-saat menjelang pertandingan maka akan mengakibatkan inefisiensi dalam tenagaSoalnya orang cemas menguras tenaga dan energi.

Ada dua kategori cemas dalam olahraga, yaitu trait anxiety yaitu kecemasan akibat adanya predisposisi sifat2 kepribadian, dan kedua adalah kecemasan karena situasi (State anxiety). Kecemasan yang kedua ini sangat sering muncul dikala saat-saat menjelang pertandingan. Semakin dekat semakin meningkat kesemasannya. Karena itu  perlu penanganan yang serius pada atlet bila pelatih mengetahui gejala ini pada atletnya. Tulisan ini akan saya lengkapi kemudian. Penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu dalam menangani dan memanajemen kecemasan/kegelisahan. kecemasan dan rasa gelisah dapat menjadi sangat berlebihan dan berpengauh banyak pada sisi emosional serta fisik.

Ketika anda tidak bisa menghentikan perasaan gelisah, khawatir, cemas, sehingga anda tidak dapat tidur dan mungkin anda bisa merasa tidak enak atau sakit pada perut anda. Selagi gangguan kecemasan (anxiety disorder) diawasi dan dilakukan pengobatan dengan tepat oleh ahli professional dibidangnya, olahraga juga bisa menjadi bagian dari rencana pengobatan yang efektif guna membantu menangani dan mengelola gejala-gejala kecemasan pada diri anda.

  1. 2. Olahraga dan kecemasan serta penelitian

Penjelasan dari Sally R. Connolly, LCSW, seorang terapis dari the Couples Clinic of Louisville di Kentucky, menjelaskan bahwa “Olahraga tidak akan mengobati kecemasan atau depresi, tapi bermanfaat secara psikologis dan fisik dimana mampu memperbaiki gejala-gejala kecemasan (anxiety) dan depresi”.

“Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga sedikitnya selama30 menit selama 3 hingga 5 hari dalam seminggu dapat dengan signifikan membuat kecemasan menjadi berbeda”. Beberapa studi mengaskan bahwa olahraga teratur dapat membantu mengurangi dan meringankan kecemasan sama besar pengaruhnya dengan pengobatan medis (medications), dan pengaruh atau efek pengurangan atau peringanan kecemasan yang terjadi karena olahraga bisa bertahan lebih lama dari pada pengaruh pengurangan karena obat-obatan.

Sumber:

http://lempu-org.co.cc/makanan/bagaimana-olahraga-bisa-meringankan-kecemasan/

// http://suryanto.blog.unair.ac.id/2009/05/31/kecemasan-atlet/

Nama   : Didik Apriyanto

Nim      : 07601244173

Kelas   : PJKR/E

Tugas Administrasi dan Organisasi Penjas

  1. Pengertian Administrasi :
  • Proses sekelompok orang/tiap usaha melakukan  kerja sama untuk mencapai kesejahteraan.
  • Administrasi adalah proses yang pada umumnya terdapat pada semua usaha kelompok, pemerintah atau swasta, sipil atau militer, besar atau kecil (White, 1958).
  • Administrasi sebagai kegiatan kelompok yang mengadakan kerjasama guna menyelesaikan tugas bersama (Simon, 1958).
  • Administrasi didefinisikan sebagai bimbingan, kepemimpinan dan pengawasan usaha kelompok individu guna mencapai tujuan bersama (Newman, 1963).
  1. Perbedaan Administrasi dengan Menejemen
    1. Administrasi: Kerjasama dilakukan sesuai struktur, kerjasama untuk mencapai tujuan, untuk mencapai tujuan itu menggunakan fasilitas.
    2. Menejemen  : Mengatur, mengelola atau penggerak, mengerahkan.
  1. Tugas guru penjas
    1. Guru sebagai pemimpin
    2. Guru sebagai pendidik
    3. Guru sebagai pengajar
    4. Guru sebagi pembimbing.

Tugas-tugas pokok tersebut meliputi;

  1. peningkatan kesegaran jasmani anak didik
  2. memimpin kegiatan dalam bermain atau latihan yang
  3. seiring dengan pembelajaran
  4. sebagai motivator dan penegak disiplin.

Untuk tercapainya tujuan pembelajaran pada setiap tatap muka seringkali dijumpai beberapa murid mengalami kesulitan dalam penguasaan skil-skill (keterampilan) gerak. Dalam kondisi seperti ini sebagai guru penjas dituntut profesionalisme dalam pelayanan untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Guru penjas dituntut coaching assets atau modal kepelatihan agar memiliki sifat yang bernilai dari seorang guru penjas disamping sebagai guru juga dia sebagai orang tua, motivator yang memperlancar pendekatan yang positif, dan sebagai teman senantiasa membantu mencapai tujuan pembelajaran.
Rasa humor sangat dibutuhkan oleh anak didik manakala rasa jenuh, rasa lelah dan penguasaan materi pembelajaran termasuk skill-skill kurang dikuasai dengan cepat.

OLAHRAGA DAN PENINGKATAN TARAF HIDUP

(Studi tentang pengaruh olahraga secara profesional

terhadap kesejahteraan hidup atlet)

Disusun

Oleh:

Didik Apriyanto

07601244173

PJKR/E

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2009

BAB I

  1. Latar belakang:

Seorang atlet dalam suatu pertandingan dapat berjuang dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga untuk dapat menjadi yang terbaik atau dapat mempertahankan gelarnya. Performance terbaik juga mereka tampilkan. Seolah mereka ingin menjadi bintang lapangan yang paling baik diantara atlet-atlet yang lain. Mungkin saat ini atlet juga dapat diartikan sebagai pahlawan karena atlet dapat mengangkat dan mengharumkan nama bangsa dikanca internasional. Nama bangsa bisa terkenal dan menjadi mengudara karena prestasi yang diraih atlet.

Namun saat ini kerja keras atlet tidak sebanding dengan materi yang dia dapat . Uang saku yang mereka dapat kadang sangat minim atau kurang sehingga mereka tidak merasakan hasilnya secera berkepanjangan. Mungkin uang yang mereka dapat hanya dapat dirasakan untuk beberepa saat saja, sehingga kadang atlet tidak terfokus dengan olahraga yang mereka geluti namun dia juga harus bekerja demi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jadi latihanya kurang maksimal sehingga berpengaruh terhadap prestasi yang diraihnya.

Perhatian pemerintah yang kurang kepada atlet juga masih terjadi. Disaat atlet berjaya maka pemerintah banyak memberi bonus-bonus atau tunjangan-tunjangan tetapi disaat atlet sudah tidak aktip dan bertanding maka perhatian pemerintah sudah tidak ada. Jadi jaminan hidup dimasa tua atlet perlu dipertanyakan. Mungkin pemerintah sibuk dengan masalah-masalah yang lain sehingga kurang perhatian terhadap atlet. Mungki itu semua bisa jadi cermin dan kelak bisa lebih baik lagi.

  1. Rumusan Masalah:
  1. Apakah pekerjaan atlet secara profesional dapat meningkatkan kesejahteraan para atlet tersebut.
  1. Tujuan penelitian:
  1. Untuk mengetahui pengaruh kerja atlet secara profesional terhadap peningkatan taraf hidupnya.
  1. Untuk menetahui peranan atau perhatian pemerintah terhadap atlet profesioan dengan peningkatan taraf hidupnya.
  1. Manfaat penelitian:
  1. Manfaat Teoritik

Secara teoritik, hasil hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dan memberi sumbangan bagi ilmu pengetahuan khususnya disiplin ilmu olahraga yang berkaitan dengan masalah seputar masyarakat. Selain itu dapat memberi khasanah atau perbendaharaan bagi ilmu pengtahuan serta dapat dijadikan sumber informasi bagi penelitian lain dengan tema sejenis terutama dilingkungan FIK-UNY.

  1. Manfaat Praktis

Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi mengenai pola-pola pikir yang ada dimasyarakat, dan perhatian pemerintah terhadap atlet.

Pembagian Cidera

Cidera akibat pengaruh dari luar (faktor ekstrinsik)
Contohnya ; tackling atau tabrakan, pukulan atau benturan, lapangan yang jelek.

Cedera akibat pengaruh dari dalam (faktor intrinsik)
Contohnya ; postur tubuh yang kurang baik, gerakan latihan yang salah, kelemahan otot, fisik yang tidak fit, prosedur keselamatan atlet yang kurang terjamin dan  otot atau ligament yang berlebihan (overuse).

Faktor-faktor yang meningkatkan resiko cidera olah raga :

Faktor Atlit.
– Umur, mempengaruhi kekuatan dan lama penyembuhan jaringan yang cidera.
– Karakteristik atlit
– Pengalaman
– Tahap latihan
– Teknik
– Pemanasan

Fasilitas Latihan dan Peralatan
– Perlengkapan latihan
– Pelindung / pengaman
Karakteristik dari olah raga

Pencegahan Cidera

– Menentukan kondisi kesehatan secara umum
– Mendeteksi keadaan postur tubuh yang mungkin dapat menyebabkan cedera
– Mendeteksi keadaan-keadaan yang membahayakan bila yang bersangkutan melakukan   olahraga.

Proses Penyembuhan
Hemostasis
– Terjadinya proses perdarahan
– Bekuan darah terjadi 6 – 8 jam

Inflamasi
– Terjadinya proses peradangan
– Terdapat tanda-tanda radang, yaitu ; bengkak, kemerahan, nyeri, panas lokal, terganggunya fungsi.
– Terjadi 2 kali 24 jam setelah cidera, cidera berat sampai 1 minggu.

Proliferasi
– Mulai terjadi proses penyembuhan
– Terjadi 7 – 21 hari

Remodelling
– Terjadinya proses pemulihan kembali
– Terjadi sampai 18 bulan.

Proses Penanganan pada cidera olah raga
Pemeriksaan
Anamnesis (tanya jawab dengan pasien), ditanyakan mula timbulnya cidera
Palpasi dan Inspeksi (diraba dan dilihat)
Pemeriksaan gerak dasar.
– Pemeriksaan gerak pasif
– Pemeriksaan gerak aktif
– Pemeriksaan gerak isometrik melawan tahanan
Diagnosis, menentukan daerah mana dan bagian apa yang mengalami cidera.

Perencanaan, menentukan pengobatan yang paling tepat untuk cidera yang dialami.

Pelaksanaan pengobatan

Evaluasi.
Secara prinsip seperti pula pada cidera yang lain maka upaya penyembuhan adalah kesempatan jaringan untuk sembuh baik sehingga tidak menimbulkan jaringan yang tidak diinginkan. Oleh karena itu prinsip pengobatan pada kondisi akut mempunyai program yang sangat terkenal yaitu berikan RICE, yaitu ;

R: REST, jaringan yang terkena cidera harus diistirahatkan dalam kurun waktu tertentu agar mendapat kesempatan untuk sembuh
I: ICE, yaitu diberikannya pengobatan dengan es dengan tujuan untuk menahan vasodilatasi (pendarahan) dan agar terjadi vasokonstriksi (penghentian pendarahan)
C: CROMPRESSION, yaitu pemberian tekanan yang rata dengan tujuan untuk mencegah pembengkakan yang berlebihan.
E: ELEVATION, yaitu menaikan anggota tubuh yang cidera agar dapat membantu pengembalian darah ke jantung.

Hindari HARM, yaitu
H: HEAT, peberian panas (balsem/kompres air panas)  justru akan meningkatkan perdarahan
A: ALCOHOL,akan meningkatkan pembengkakan
R: RUNNING, atau exercise/ mencoba latihan terlalu dini akan memburuk cidera
M: MASSAGE, pemijatan tidak boleh diberikan pada masa akut karena akan merusak jaringan.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: